Pelayanan Terpadu Satu Pintu
Layanan cepat, mudah, dan transparan untuk siswa, guru, serta masyarakat dalam pengurusan administrasi madrasah.
Abdul Hakim Siregar, S.Pd.I., M.S.I
Kepala Madrasah
Selamat datang di layanan PTSP Madrasah kami. Kami berkomitmen memberikan pelayanan prima, cepat, dan transparan kepada seluruh warga madrasah.
Maklumat Pelayanan
Dengan ini kami menyatakan sanggup menyelenggarakan pelayanan sesuai standar pelayanan yang telah ditetapkan dan apabila tidak menepati janji ini, kami siap menerima sanksi sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Layanan Online
Pilih jenis layanan yang tersedia untuk mempermudah pengurusan administrasi di madrasah Anda.
Tim Humas
Orang-orang di balik publikasi dan komunikasi madrasah.
Berita Terbaru
Informasi & kegiatan terbaru
Olah Limbah Pertanian Jadi Biochar, Tim Riset MAN IC Tapsel Raih Juara 2 Nasional
19 Oct 2026
Tapanuli Selatan (Humas) : Tim riset Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) Tapanuli Selatan (Tapsel) kembali mengukir prestasi membanggakan dengan meraih juara 2 tingkat nasional dalam ajang SOBAT BUMI Envirofest 2026 yang diselenggarakan PT United Tractors Tbk.Prestasi bertaraf nasional yang diraih Tim Riset MAN IC Tapsel melalui inovasi bertajuk “Tapsel Biochar Movement: Gerakan Desa Karbon Positif Mengembalikan Karbon ke Tanah. Stop Bakar! Mulai Subur”. Hasil riset ini sendiri telah diuji publik bersama masyarakat Desa Situmba, Sipirok, Tapsel pada September 2026.Kepala MAN Insan Cendekia Tapanuli Selatan, Abdul Hakim Siregar, S.Pd.I, M.S.I, Minggu (18/10/2026) mengaku bangga atas capaian yang ditorehkan muridnya dalam ajang bergengsi tingkat nasional, SOBAT BUMI Envirofest 2026 yang diselenggarakan PT United Tractors Tbk.Dijelaskan, Tim Riset MAN IC yang diberi nama TIm SOMI terdiri dari 4 murid yakni Sahira Latifa, Muhammad Maulana Siregar, Atika Aufa Pracha, Nazwa Amelia Pospos, dan Rofiqoh Adzkia Dalimunthe, dengan guru pembimbing, Mis Ariska Ainun Jamila Rambe S.Si.Tim SOMI yang mengembangkan inovasi melalui riset, mengangkat pemanfaatan limbah pertanian menjadi biochar sebagai upaya mengurangi pembakaran terbuka dan mendukung perbaikan kualitas tanah.Gagasan ini mendorong masyarakat untuk mengelola limbah pertanian secara lebih berkelanjutan sekaligus mengembalikan karbon ke tanah.Dengan demikian, selain menghindari terjadi polusi udara akibat pembakaran limbah pertanian, tanah juga akan subur.Projek Lingkungan yang dijalankan Tim Riset MAN IC Tapsel dalam kompetisi SOBAT BUMI Envirofest 2026 tersebut dimulai dari bulan juni hingga pengumuman akhir di bulan Oktober 2026. Hasilnya Tim tersebut meraih juara 2.Prestasi tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi siswa MAN IC Tapanuli Selatan dalam menghadirkan gagasan berbasis riset peduli lingkungan yang berangkat dari potensi lokal. "Melalui Tapsel Biochar Movement, tim SOMI menunjukkan bahwa permasalahan lingkungan di sekitar masyarakat dapat menjadi titik awal lahirnya inovasi yang berorientasi pada keberlanjutan, juara Kepala MAN IC Tapsel.Pencapaian juara 2 dalam SOBAT BUMI Envirofest 2026, ujar Abdul Hakim diharapkan dapat menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk terus mengembangkan kreativitas, memperkuat budaya riset, dan menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta lingkungan.Ditenya tentang motivasi untuk membuat riset Biovhar, ia menjelaskan bahwa kebiasaan membakar limbah pertanian yang masih dilakukan sebagian masyarakat menjadi tantangan lingkungan yang perlu diatasi.Ubah Limbah Jadi Sumber DayaKepala MAN IC Tapsel Abdul Hakim Siregar, mengungkapkan, Biochar merupakan material kaya karbon yang dihasilkan melalui pemanasan biomassa, seperti sekam padi, jerami, atau sisa tanaman lainnya, dengan pasokan oksigen yang terbatas."Berbeda dengan pembakaran terbuka yang melepaskan asap dan berbagai polutan ke udara, pembuatan biochar dilakukan melalui proses yang terkendali. Jika diproduksi dan digunakan dengan tepat, biochar berpotensi membantu memperbaiki karakteristik tanah, meningkatkan kemampuan tanah menahan air, serta menyimpan sebagian karbon dalam bentuk yang relatif stabil," ungkapnya.Meski demikian, manfaat biochar bergantung pada bahan baku, metode produksi, karakteristik tanah, dan cara penggunaannya. Karena itu, penerapan inovasi ini perlu disertai pengujian dan pendampingan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.Melalui Tapsel Biochar Movement, tim SOMI mengajak masyarakat mengubah cara pandang terhadap limbah pertanian. Sisa tanaman yang selama ini dianggap tidak berguna dapat menjadi sumber daya alternatif apabila dikelola dengan pengetahuan dan teknologi yang tepat.Pesan “Stop Bakar! Mulai Subur” menjadi inti gerakan tersebut. Masyarakat didorong untuk mengurangi pembakaran terbuka sekaligus mulai menerapkan pengelolaan limbah yang lebih ramah lingkungan.Atas prestasi yang ditorehkan muridnya, selain menyampaikan apresiasi, Abdul Hakim juga mengucapkan terima kasih kepada guru pembimbing, Mis Ariska Ainun Jamila Rambe S.Si yang telah melakukan pendampingan sehingga banyak siswa MAN IC yang meraih prestasi.
5 Siswa Cerdas MAN IC Tapsel Melaju Ke OMI Tingkat Nasional, Siap Ukir Prestasi
11 Oct 2026
Tapanuli Selatan (Humas) : Tekad siswa Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) Tapanuli Selatan (Tapsel) untuk mengukir prestasi di Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Tingkat Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dan menjadi utusan ke tingkat nasional terwujud.Kepala MAN Insan Cendekia Tapanuli Selatan, Abdul Hakim Siregar, S.Pd.I, M.S.I, Minggu (11/10/2026) mengatakan dalam OMI Tingkat Kabupaten Tapanuli Selatan Tahun 2026, pihaknya mengirimkan 18 orang sebagai pesertan dan 7 diantaranya meraih juara sekaligus jadi utusan ke OMI Tingkat Sumut.Dari tujuh siswa yang mengukir prestasi dalam OMI Tapsel sekaligus jadi utusan ke OMI Sumut, ucapnya, 5 diantaranya menorehkan prestasi membanggakan sekaligus dinobatkan sebagai utusan Provinsi Sumatera Utara ke OMI Tingkat nasional yang digelar pada tanggal 8-12 November 2026.Kelima siswa MAN IC Tapsel yang meraih juara pada OMI sekaligus jadi utusan OMI Sumut ketingkat Nasional yakni Revanza Alif Margolang (Juara I Ekonomi), Muhammad Rafli Harahap (Juara I Geografi).Maidia De Rveena Pohan (10 besar nasional bidang Fisika), Hafni Fadilah Harahap (10 Besar Nasional bidang Kimia), dan Izyan Asyan A. Pohan (10 Besar Nasional bidang Biologi),Keberhasilan tersebut, ucapnya bukan sekadar cerita tentang angka dan peringkat. Di baliknya terdapat keberanian untuk bertanding, ketekunan menghadapi soal-soal menantang, serta kesediaan untuk terus belajar dari setiap proses karena di setiap capaian, ada proses yang harus dilewati.Menurutnya, capaian ini memperlihatkan kuatnya tradisi akademik yang terus dibangun di MAN IC Tapsel sehingga siswa banyak yang menorehkan prestasi baik secara akademik maupun non akademik hingga ke tingkat nasional."Pembelajaran tidak berhenti di ruang kelas, tetapi tumbuh melalui pendalaman materi, diskusi, latihan terukur, evaluasi, dan pendampingan berkelanjutan. Setiap soal yang diselesaikan menjadi latihan berpikir, sedangkan setiap kesalahan diubah menjadi pijakan untuk melangkah lebih jauh," tuturnya.Atas keberhasilan siswa meraih prestasi sekaligus jadi utusan ke OMI Sumut, Abdul Hakim menyampaikan apresiasi kepada seluruh delegasi, guru pembimbing, dan pihak yang telah mendukung proses persiapan hingga siswa MAN IC mampu mewujudkan mimpinya untuk meraih prestasi."Prestasi tersebut juga lahir dari pendampingan para guru pembimbing, yakni Bagaswara Deas Arista pada bidang Fisika, Siti Kholilah Hasibuan pada bidang Kimia, Nur Atikah pada bidang Biologi, Lenni Erika Siregar pada bidang Ekonomi, serta Wilda Mahrani Daulay pada bidang Geografi," ujar Kepala MAN IC Tapsel.Menurutnya, guru pendamping tersebut, tidak hanya mengajarkan rumus dan konsep, tetapi turut menanamkan disiplin, daya juang, ketelitian, dan keberanian dalam menghadapi kompetisi sehingga memiliki semangat dan tekad untuk mengukur prestasi dengan meraih juara.Khusus kepada kelima siswa yang melaju ke tingkat provinsi tersebut, Abdul Hakim menegaskan bahwa mereka membawa tanggung jawab untuk terus belajar dengan rendah hati, sementara seluruh delegasi tetap menjadi bagian penting dari perjalanan prestasi madrasah.Sedangkan kepada dua siswa lainnya yang jadi peserta OMI Sumut, ia berpesan bahwa, perjalanan ini tidak berakhir pada pengumuman hasil. Keikutsertaan mereka merupakan pengalaman berharga sekaligus investasi prestasi pada masa mendatang."Dalam sebuah kompetisi, kemenangan dapat dicatat dalam sertifikat, tetapi keberanian mencoba, kemampuan bangkit, dan kemauan memperbaiki diri akan menetap jauh lebih lama di dalam karakter,"
OSIM MAN IC Tapsel Gelar Fashion Show Tie-Dye, Semarakkan Hari Batik Nasional dengan Kreativitas dan Cinta Budaya
11 Oct 2026
Tapanuli Selatan (Humas)– Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) MAN Insan Cendekia Tapanuli Selatan menggelar kegiatan bertajuk “BA-TIE-DYE: Eksplorasi Budaya dalam Balutan Warna” dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional Tahun 2026. Kegiatan yang mengusung konsep fashion show kolaborasi tie-dye tersebut diselenggarakan di Aula MAN Insan Cendekia Tapanuli Selatan, Sabtu (10/10/2026) malam, sebagai wadah kreativitas sekaligus upaya menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap kekayaan budaya bangsa.Menghadirkan perpaduan antara nilai tradisi dan sentuhan kreativitas modern, kegiatan BA-TIE-DYE menjadi salah satu bentuk aktualisasi semangat pelestarian budaya di lingkungan madrasah. Melalui pendekatan yang dekat dengan dunia remaja, OSIM MAN IC Tapsel berupaya memperkenalkan kekayaan wastra Nusantara, khususnya batik, dengan mengangkat teknik pewarnaan tie-dye sebagai medium eksplorasi seni dan ekspresi kreatif para murid.Mengambil tema “Eksplorasi Budaya dalam Balutan Warna”, kegiatan ini tidak sekadar menampilkan keindahan busana, tetapi juga membawa pesan edukatif tentang pentingnya menjaga identitas budaya di tengah perkembangan zaman. Perpaduan motif, warna, dan kreativitas menjadi representasi bahwa warisan budaya dapat terus diperkenalkan melalui berbagai inovasi tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya.Suasana Aula Madrasah menjadi semakin semarak dengan rangkaian acara yang dikemas secara menarik oleh pengurus OSIM. Kehadiran pembawa acara di atas panggung dengan latar visual bernuansa budaya memperkuat karakter kegiatan yang memadukan unsur edukasi, seni, dan hiburan. Melalui konsep tersebut, peringatan Hari Batik Nasional di MAN IC Tapsel diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan menjadi pengalaman pembelajaran yang berkesan bagi para murid.Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung mulai pukul 20.00 WIB tersebut juga menjadi bagian dari upaya OSIM membangun kolaborasi dengan berbagai unsur keluarga besar madrasah. Sebagai bentuk penghormatan sekaligus penguatan hubungan kelembagaan, panitia turut menyampaikan undangan resmi kepada Pengurus Komite MAN Insan Cendekia Tapanuli Selatan untuk menghadiri dan memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan. Langkah ini mencerminkan semangat kebersamaan dalam mendukung pengembangan potensi, minat, dan bakat murid di luar pembelajaran akademik.Di sisi lain, penyelenggaraan BA-TIE-DYE memiliki makna penting dalam proses pembinaan kepemimpinan dan kemandirian murid. Melalui kepanitiaan yang dikelola OSIM, para murid memperoleh ruang untuk mengasah kemampuan berorganisasi, membangun komunikasi, mengembangkan gagasan kreatif, serta menumbuhkan tanggung jawab dalam menyelenggarakan sebuah kegiatan. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses pembentukan karakter yang sejalan dengan nilai-nilai pendidikan di MAN Insan Cendekia Tapanuli Selatan.Kegiatan kreatif seperti BA-TIE-DYE juga sejalan dengan komitmen Kepala MAN Insan Cendekia Tapanuli Selatan, Abdul Hakim Siregar, S.Pd.I., M.S.I., dalam membangun lingkungan pendidikan yang memberikan ruang bagi pengembangan potensi murid secara menyeluruh. Pendidikan tidak hanya diarahkan pada pencapaian akademik, tetapi juga pada penguatan karakter, kecakapan sosial, apresiasi budaya, kreativitas, dan jiwa kepemimpinan sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.Melalui peringatan Hari Batik Nasional yang dikemas secara kreatif ini, OSIM MAN IC Tapsel diharapkan semakin mampu menjadi motor penggerak kegiatan positif di lingkungan madrasah. BA-TIE-DYE sekaligus menegaskan bahwa kecintaan terhadap budaya bangsa dapat ditumbuhkan melalui cara-cara yang inovatif, menyenangkan, dan relevan dengan perkembangan generasi masa kini. Semangat tersebut menjadi bagian dari ikhtiar MAN Insan Cendekia Tapanuli Selatan dalam mewujudkan generasi berkarakter, berwawasan luas, serta menjunjung tinggi identitas bangsa sesuai dengan semangat “Kampus Prestasi, Mandiri, Islami.”
Informasi Terkini
Pengumuman resmi & dokumen yang dapat diunduh oleh publik.